4 Januari

4 januari 2010, tak ada yang istimewa,aku hanya seorang jomblowati.Tak ada yang spesial di hati.

4 Januari 2011, aku adalah pacarmu.Kau beri aku sebuah lukisan wajahku,yang membuatku semakin menyanyangimu.Serta pinangan untuk menjadi istrimu..

4 Januari 2012, aku sudah resmi menjadi istrimu.Bagiku tak penting mendapat kado apapun,karena kamu adalah kado terindah,yang Tuhan berikan kepadaku,di usiaku yang genap 22 tahun di hari ini. Terimakasih suamiku…

*ditulis di Purworejo,saat ini,aku sedang menunggumu menyelesaikan sholat ashar di masjid Agung Purworejo,yang terkenal dengan beduk Raksasa-nya*

Jangan Khianati Aku

Aku terkadang mengingatnya. Waktu kita tertawa bersama,waktu aku menangis kau berikan pundakmu untukku.Waktu aku gundah,kau selalu genggam tanganku,dan kuatkanku. Tapi semua itu sirna,tatkala pengkhianatan menjadi duri dalam sebuah hubungan. Sebenarnya dulu aku tak ingin berakhir,tapi kamu tak pernah perdulikanku. Hal paling menyakitkan,adalah PENGKHIANATAN. Namun aku bersyukur,aku dikhianati sebelum ada ikatan pasti.

“Untuk seorang pria yang mencintaku,jangan pernah kau nodai ikatan suci kita,jangan kau lukai hatiku.Karna hatiku kini telah berakhir di hatimu”

々curhat seorang wanita,yg udah beberapa kali terkhianati cinta々 melas banget,hehehe..

Suamiku,Aku Mencintaimu…

Tag

,

Teruntuk suamiku tercinta..
di kota sebelah,Yogyakarta…

Suamiku,aku ingin kau tahu,aku mencintaimu dengan kekuranganku.Menerimamu dengan semua kelebihanmu.Aku yang cerewet,karna sering ngomelin kamu waktu kamu susah disuruh mandi,autis kalo udah di depan laptop.

Huft…sayangku… aku memang tak sempurna,aku bukan istri yang baik,tapi aku mencoba menjadi istri idaman di matamu.Belajar memasak sayur Pare kesukaanmu,belajar nulis karena doronganmu,sampai aku belajar ngeblog.Diam-diam aku mengagumimu,mengagumi sifatmu yang tak pernah putus asa,yang selalu positif thinking,sampai kadang aku gemes,merasakan sifatmu yang satu ini.Waktu ada teman pinjem uang atau barang,pasti diberi.Padahal aku tahu,mereka itu tak pernah mengembalikan apa yang mereka pinjam.Kata kamu

” menolong orang yang kesusahan itu harus ikhlas,suatu saat kalau kita membutuhkan,pasti ada yang membantu,walaupun itu bukan mereka,tapi orang lain”

Suamiku,,,kamu mirip seperti almarhum bapakku.Padahal dulu,aku sedikitpun tak pernah mencintai kamu.Waktu kenal kamu,aku masiih punya pacar.Sampai-sampai saat itu kamu bilang,”Aku rela menjadi yang kedua”.Hohoho…kok ya masih ngeyel pengen jadi pacarku.

Aku,cantik saja tidak,langsing juga tidak,tapi waktu pertama ketemu,aku sedang ada job sampingan,nyanyi dari satu panggung ke panggung lain,itupun atas ajakan teman & tetanggaku.Oktober tahun lalu,Waktu itu di kota Kuningan,Jawa Barat.Yang jadi saksi bisu pertemuan pertama kita.Dari Sukabumi,kamu rela menempuh jarak puluhan kilo,hanya untuk bertemu aku,teman facebook-mu.Katamu,”aku ingin menikah denganmu”.

Setelah itu,aku tak pernah bertemu denganmu,jarak Magelang-Sukabumi,membuat kita jarang bertatap muka,tapi selalu saja,setiap pagi kamu menelponku.Selang 2 bulan,kamu pulang ke Magelang,menemui orangtuaku.

“Bu,saya ingin melamar dek Dian menjadi istri saya,saya akan menjaga dek Dian,dimanapun,kapanpun dan dalam keadaan apapun”

Aku tak menyangka,pertemuan kedua ini menjadi awal aku mencintai dirimu,walaupun aku masih meragukanmu.Karena kita jauh.Sayang… aku hargai kesabaranmu,menghadapi aku yang terkadang masih ingin seperti teman-temanku,jalan-jalan,shopping,maen kesana-kemari.Tapi kamu bisa mengimbangiku,walau jarak usia kita,terpaut hampir 9 tahun lamanya,Aku masih ingat,waktu itu setelah jalan-jalan,kita duduk di bawah tiang PLN di pinggir jalan,dengan lampu remang-remang,kamu melamar aku.

“Dek,aku mencintaimu,maukah kamu menjadi istriku,menjadi ibu dari anak-anakku?”

Aku terharu,dicintai pria seperti kamu.Walaupun kamu tak seperti yang aku harapkan,walaupun aku merasa tak sebaik yang kamu pikirkan,kamu tetap mencintaiku apa adanya.Tak pernah menuntut aku menjadi yang sempurna,karena bagimu,apa yang ada di diriku,itu yang terbaik untukmu.

Sayang,hari ini aku merindukanmu…merindu pelukmu,juga ciuman mesramu di keningku.Walaupun saat kita menikah,belum ada 1 tahun aku mengenalmu,tapi aku merasa,sudah lama aku mengenalmu.Dan sekarang,tak terasa sudah hampir 4 bulan usia pernikahan kita,sejak September kemarin,aku merasa semakin mencintaimu.Bukan karena kamu kaya,kamu ganteng,atau kamu pintar,tapi karena kamu suamiku,kamu imam dalam kehidupanku,keluarga kecil kita,dan karena cintamu,aku juga mencintaimu.

Sayang,aku akan mengabdikan seluruh hidupku untukmu….
Suamiku…

05 September 2011
Magelang,with Love

Bukan gagal hanya tertunda…..*menjadi seorang Ibu*

Tag

Setelah menikah 5 September 2011 yang lalu,bulan november kemarin aku baru tahu,kalo aku hamil.Alhamdulillah yah…Sesuatu banget… Suami tak bisa berkata-kata,sambil berkaca-kaca melihat hasil tes dengan tanda Strip MERAH dua.

Ngidam juga yang standar,pengen rujak ya wajar,pengen yang seger-seger juga biasa untuk ibu hamil.Tapi gak bisa tidur kalo gak nyium bau keringet suami.Padahal suami pulang kerumah seminggu sekali.Alhasil,baju kotor suami nggak dicuci,sampai ada baju kotor yang baru dibawa pulang suami,hehehe…jorok ya…

Sampai suatu hari,mungkin karena kecapekan kerja,keluar flek-flek,periksa ke dokter,USG dan hasilnya….

“mbak…sepertinya janin mbak kurang berkembang,saya coba pake obat dulu,seminggu lagi USG sekalian kontrol lagi ya”

Selama seminggu,semua berjalan baik-baik saja.Karena belum ada waktu,baru 2 minggu kemudian konntrol lagi,dengan dokter yang berbeda,yang Insyaallh Dokter yang lebih baik di kota ini.Dan vonis dokter….

“Janin mbak memang tidak berkembang,saya kasih obat saja,nanti biar janin’nya keluar sendiri”

Oh my God….rasanya sakit sekali,ini anak pertamaku,ini buah hatiku…rasanya tak kuasa menahan tangis…Pulang dari dokter,hanya bisa nangis,Alhamdulillah,ada ibu yang menguatkanku.Aku telpon suami yang masih di kota sebelah,Alhamdulillah suami juga bisa menenangkanku,padahal sebelumnya aku khawatir,suamiku syock berat,karena ini anak pertama kami.

Keesokan harinya,saran dari dokter aku jalankan,ditemani suami dan ibu yang selalu mendoakanku,aku merasakan kesakitan yang amat sangat.Aku tak habis pikir,aku yang mengiginkan seorang anak,harus merasakan hal seperti ini,tapi orang lain justru tega membuang bayi-nya.

Aku merintih kesakitan,suamiku disampingku,hanya terdiam,mungkin ikut merasakan bagaimana aku berjuang merasakan sakit.Aku pendarahan,dan sekitar jam 8 malam,keluar gumpalan darah,sebesar biji mangga.Aku menahan tangis,sementara suamiku sudah menangis duluan,mungkin karena tak tega,melihat calon bayinya harus seperti ini.

Pagi tadi,jam setengah 6 pagi,ibu dan suamiku ke makam Bapakku,Janinku dikubur di pusara Bapak,dijadikan satu,kata ibu,Biar Bapak ditemenin cucunya,biar dek Eka dijagain kakeknya.

“Dek..mungkin di dunia ini ayah & ibu belum bisa memelukmu,tapi suatu saat nanti ayah & ibu bisa memelukmu…WE LOVE U My Child…”

Aku yakin,ALLAH swt mempunyai rencana yang indah di balik ini semua.ALLAH swt tidak akn menguji hambanya,di luar batas kemampuan hambanya.Untuk suamiku,kamu suami terhebatku,terimakasih untuk semua cinta yang kamu beri…Untuk ibuku,terimakasih atas pengorbananmu selama ini,aku jadi tahu,tidak mudah untuk menjadi seorang ibu.

*I LOVE U ALL…..*

Cewek gendut juga berhak bahagia kan??

Pikiran saya sedang kacau…beberapa hari ini emosi terus menerus,sekalipun udah refreshing ma temen-temen,yang ada malah lapar mata juga.Huuufffttt….dasar cewek,gag bisa diajak puasa mata 1 hariiii aja!!! Saya juga bingung,kok bisa ya marah-marah gag ada juntrungan’nya gini.Yang ada bikin muka cemberut terus,pip jadi tembem.Padahal masa-masa PMS juga udah lewat. Yang bikin tambah naek darah,temen kerja saya ada yang bawelnya minta ampun dech,padahal cowok tapi itu lhooo…kalo ngomentarin orang,nyampe pedes di telinga.Emang sich niatnya becanda,tapi kalo lagi panas pikiran gini,bisa-bisa tambah pecah aja nafsu makan saya(lho????) Emang salah ya kalo saya,sebagai cewek itu gendut?? Ya mungkin saya gag gendut-gendut banget,tapi mungkin karna lingkungan kerja aja,personil ceweknya yang paling “berisi”itu saya,jadi ya saya dapet predikat “gendut” tanpa perjuangan yang berarti😥 Tiap kali nge’shift bareng,pasti digodain terus,lama-lama telinga juga panas kan?pengen rasanya marah,tapi takut emosi saya meledak gag karuan.Di tempat kerja juga menuntut untuk bertemu orang banyak,sering ada customer yang bisa dibilang “very very perfect”.Naaahh….mereka baru melek tuch mata. Apa cewek “gendut” gag berhak seneng??huft…untung saja saya tak se’sexy Pretty Asmara,bisa ambrol tuch amben reyot di rumah.Yang penting Syukur,mungkin dengan menahan emosi,cacaing-cacing di prut saya juga ikut kenyang,hehehe… ini foto saya,gag gendut-gendut amat kan???

Jadi inget Tulisan mbak Yessy muchtar,karena hidup tidak semata menjadi kurus dan terlihat bagus.Lagian Terlalu kurus juga gag asyik,gag banyak yang bisa dipegang….

sumpah!!!bikin ketawa aja inget kata-kata yang terakhir :p makasih mbak yessy…

Jangan cemburu sayang….

Awal mulanya ya sekitar 1 bln yg lalu,tukeran hp sama pacar saiia.Lalu dibuatin akun ebuddy.Otomatis saiia lbh suka OL pake ntu aplikasi,wong bisa tau,siapa aja yg lg OL. Naah..waktu ber2 ke warnet bareng2,eh yg muncul di layar FB saya,byk nama cwo (sisa2 chatting kmrn,hehehe) Pdhl gag semua chatting itu saiia balas,wong saiia ndak kenal kok.. Alhasil muka pacar saiia ditekuk,nahan cemburu (dia diem sich,tp saiia tau dia lg panas,hehehe) walaupun dia tau,siapa aja ntu org (wong saiia selalu curhat sama dia,jdi dia tau semuanya) sementara saiia cuma cengar-cengir kuda sambil lihatin pacar saiia. Maap-maap kate ya sayang ya… Walaupun temen dian byk yg cowok,tp mas idol tetep nomor 1. Oiya,sekalian mau nitip salam buat pacar saiia,yg mungkin lg cengar-cengir baca tulisan saiia ini, i love u beibh…trust me. Jangan cemburu-cemburu lagi ya…😀 Lebih sabar aja ngadepin pacarmu yg chubby ini.. Love U bebeb.. (Minjem dari iklan dikit ya..) Makasiiihh…

Copas dari note saya 1 minggu yang lalu di fesbuk :p

Syukur itu WAJIB!!!gag usah pake malu…

Wuiiiiiiiiiihhhhhhhh…….

dari judulnya aja agak gimana…gitu…

Begini nich,ceritanya saya baru saja pulang jalan-jalan sama pacar saya.Tapi kan pulangnya sendiri-sendiri,dia naek bis,saya naik sepeda roda 3,alias becak.

Udah beberapa kali saya pulang juga naek becak.Dari “beberapa kali” itu,saya sering ngajakin ngobrol sama abang tukang becak,dari obrolan mereka yang notabene ramah,saya jadi makin gag enak aja sama mereka.

Walaupun berat,mereka tetap jalanin itu semua.Hanya buat keluarga.Sementara saya yang bekerja di tempat ber’AC,kadang ngeluh…bahkan ada di antara mereka yang saya lihat masih “thethek” nungguin penumpang,waktu saya pulang kerja (terkadang saya nyampe rumah jam 12 malam,kalo masuk shift siang)

Ya Allah…kok saya jadi miskin syukur ya????hujan,panas,siang,malam mereka lewati hanya demi keluarga,bahkan hanya untuk uang beberapa ribu rupiah yang ingin dibawa untuk membeli beras.

Saya jadi teringat almarhum Bapak saya,oh iya… Bapak saya juga seorang penarik becak (kok saya ndak malu ya????,ngapain juga malu,karna uang dari narik becak,bapak saya bisa menyekolahkan saya sampai segede ini)

Bek tu de topik…. dulu saya memang malu mengakui bapak saya yang seorang tukang becak (perlu dicatet,CUMA MALU SAMA KERJAAN’NYA,BUKAN MALU MENGAKUI BAPAK SAYA),gag munafik dech…yang dipengenin anak seusia sekolah yang lagi labil-labilnya,pasti ngebanggain ortunya yang pejabat,wirausahawan ato pegawai negeri.Lha saya???yang dibanggain apanya????tiap kali temen saya ngajak maen,shopping ato nongkrong,saya cuma gigit jari,lha uang darimana,wong buat ngangkot aja saya harus rela ndak jajan seharian kok.Saya sempet ngeluh juga,kok orangtua saya bukan pejabat ato pengusaha ya?? (mbayangin kalo tiap hari naek mobil mewah,gag bakalan tepos nich pantat,hehehe…)

Walaupun hanya seorang tukang becak,tapi saya ndak pernah kekurangan kasih sayang,malahan saya deket banget sama bapak,dibandingkan kakak2 saya,mungkin juga karena saya anak bontot.Bapak selalu menuruti apa yang saya inginkan,walaupun dengan usaha yang keras.Bayangin saja,cuma pengen minta uang 500 perak,harus ngisiin air si kamar mandi,padahal harus NIMBA!!!di rumah ada 3 ember gede-gede,kalo 1 ember besar isinya 4 kali ember biasa,berapa kali nimba??? (itung sendiri aja ya… yang pasti bikin tangan merah-merah!!!)

Saya jadi kangen dengan almarhum bapak saya…tiap kali pulang kerja,pasti dijemput dengan becak kesayangan bapak.Walaupun hujan,bapak rela basah-basah’an demi anaknya yang bawel,suka komplain kalo bapak telat jemput.Bapak …jadi kangen waktu mijitin kaki bapak yang kadang aku sampe gag kuat nahan baunya,hehehe…

Tapi kaki itu yang selalu menginjak pedal demi beberapa ribu rupiah untuk menyekolahkanku.

Bapaaaaaaaakkkk…..maafin anakmu yang pernah menduharkai pekerjaanmu,malah sekarang aku seneng banget,tiap kali naik becak,seperti bapak ada di dekatku.

makasih Pak,untuk kehidupan yang bapak beri untukQ…

Makasih Mak…walaupun emak bawel,tapi emak adalah Ibu terbaik untukQ.

“Udahan dulu ya…mata’Q nyampe pegel,bukan karena mantengin komputer,tapi karna nangis-nangis bombay…”

always love you…Bapak,Emak…

I Love U full……..

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 97 pengikut lainnya