Teruntuk suamiku tercinta..
di kota sebelah,Yogyakarta…
Suamiku,aku ingin kau tahu,aku mencintaimu dengan kekuranganku.Menerimamu dengan semua kelebihanmu.Aku yang cerewet,karna sering ngomelin kamu waktu kamu susah disuruh mandi,autis kalo udah di depan laptop.
Huft…sayangku… aku memang tak sempurna,aku bukan istri yang baik,tapi aku mencoba menjadi istri idaman di matamu.Belajar memasak sayur Pare kesukaanmu,belajar nulis karena doronganmu,sampai aku belajar ngeblog.Diam-diam aku mengagumimu,mengagumi sifatmu yang tak pernah putus asa,yang selalu positif thinking,sampai kadang aku gemes,merasakan sifatmu yang satu ini.Waktu ada teman pinjem uang atau barang,pasti diberi.Padahal aku tahu,mereka itu tak pernah mengembalikan apa yang mereka pinjam.Kata kamu
” menolong orang yang kesusahan itu harus ikhlas,suatu saat kalau kita membutuhkan,pasti ada yang membantu,walaupun itu bukan mereka,tapi orang lain”
Suamiku,,,kamu mirip seperti almarhum bapakku.Padahal dulu,aku sedikitpun tak pernah mencintai kamu.Waktu kenal kamu,aku masiih punya pacar.Sampai-sampai saat itu kamu bilang,”Aku rela menjadi yang kedua”.Hohoho…kok ya masih ngeyel pengen jadi pacarku.
Aku,cantik saja tidak,langsing juga tidak,tapi waktu pertama ketemu,aku sedang ada job sampingan,nyanyi dari satu panggung ke panggung lain,itupun atas ajakan teman & tetanggaku.Oktober tahun lalu,Waktu itu di kota Kuningan,Jawa Barat.Yang jadi saksi bisu pertemuan pertama kita.Dari Sukabumi,kamu rela menempuh jarak puluhan kilo,hanya untuk bertemu aku,teman facebook-mu.Katamu,”aku ingin menikah denganmu”.
Setelah itu,aku tak pernah bertemu denganmu,jarak Magelang-Sukabumi,membuat kita jarang bertatap muka,tapi selalu saja,setiap pagi kamu menelponku.Selang 2 bulan,kamu pulang ke Magelang,menemui orangtuaku.
“Bu,saya ingin melamar dek Dian menjadi istri saya,saya akan menjaga dek Dian,dimanapun,kapanpun dan dalam keadaan apapun”
Aku tak menyangka,pertemuan kedua ini menjadi awal aku mencintai dirimu,walaupun aku masih meragukanmu.Karena kita jauh.Sayang… aku hargai kesabaranmu,menghadapi aku yang terkadang masih ingin seperti teman-temanku,jalan-jalan,shopping,maen kesana-kemari.Tapi kamu bisa mengimbangiku,walau jarak usia kita,terpaut hampir 9 tahun lamanya,Aku masih ingat,waktu itu setelah jalan-jalan,kita duduk di bawah tiang PLN di pinggir jalan,dengan lampu remang-remang,kamu melamar aku.
“Dek,aku mencintaimu,maukah kamu menjadi istriku,menjadi ibu dari anak-anakku?”
Aku terharu,dicintai pria seperti kamu.Walaupun kamu tak seperti yang aku harapkan,walaupun aku merasa tak sebaik yang kamu pikirkan,kamu tetap mencintaiku apa adanya.Tak pernah menuntut aku menjadi yang sempurna,karena bagimu,apa yang ada di diriku,itu yang terbaik untukmu.
Sayang,hari ini aku merindukanmu…merindu pelukmu,juga ciuman mesramu di keningku.Walaupun saat kita menikah,belum ada 1 tahun aku mengenalmu,tapi aku merasa,sudah lama aku mengenalmu.Dan sekarang,tak terasa sudah hampir 4 bulan usia pernikahan kita,sejak September kemarin,aku merasa semakin mencintaimu.Bukan karena kamu kaya,kamu ganteng,atau kamu pintar,tapi karena kamu suamiku,kamu imam dalam kehidupanku,keluarga kecil kita,dan karena cintamu,aku juga mencintaimu.
Sayang,aku akan mengabdikan seluruh hidupku untukmu….
Suamiku…
05 September 2011
Magelang,with Love